Kamis, 16 Februari 2012

8 Hewan Tertua di Dunia

Jonathan the tortoise
adalah kura-kura tertua di dunia saat ini.foto ini diambil di pulau helena selatan samudra atlantik sewaktu dia masih berumur 100 tahun. Jonathan sekarang menjadi maskot dari pulau tersebut. Dia adalah salah satu dari 3 kura-kura yang masih hidup dan ada di pulau helena sejak 1882.diperkirakan umurnya minimal 176 tahun sekarang,dan merupakan kura kura tertua di dunia.
400 years old clam
Peneliti telah menemukan suatu fakta yang mencengangkan,yaitu kerang yang berumur 400 tahun, atau 2x lebih tua dari umur hewan yang ada di dunia ini. kerang ini menghabiskan hidupnya berabad2 di dinginnya samudra atlantik di dekat pantai utara iceland.kerang ini telah hidup sejak jaman king james I .
14 year old rabbit
George adalah nama kelinci yang berumur 14 tahun. Kelinci ini berasal dari tewksbury,massachusetts negara bagian Amerika merupakan kelinci tertua di dunia dan baru2 ini masuk guinnes book of world record. rata2 umur seekor kelinci adalah 6-8 tahun,jika umur george di konversikan ke umur manusia ,maka umurnya adalah 160 tahun.
The world oldest spider
laba-laba tertua di dunia ini diketahui berjenis perempuan dari Theraphosidae family,yang mana bisa berumur sampai 28 tahun! laba-laba pemakan burung ini ditangkap di meksiko pada tahun 1935.
Bella,the world oldest dog
black labrador bella,diketahui sebagai anjing tertua di dunia sampai kematiannya pada bulan september.dia dibawa oleh majikannya dari RSCPA 26 tahun lalu dan menikmati panjang umurnya di derbyshire,uk.
Guinea pig
rata2 umur guinea pig adalah antara 5-6 tahun.tapi rekornya adalah 14 tahun 10 bulan setengah.
Bueno,the black spider monkey
Bueno,the black spider monkey meninggal pada tahun 2005 dengan umur 53 tahun dan dinobatkan sebagai monyet tertua di dunia.dia hidup tanpa stress di japan monkey centre di aichi,150miles dari barat kota tokyo.rata-rata umur dari black spider monkey adalah 30 sampai 33 tahun.
Tish,the 43 years old goldfish
Tish memecahkan semua rekor sampai berumur 43 tahun dan memenangkan a funfair di donchester pada tahun 1956.pada umur segitu,sisiknya berubah dari warna orange menjadi silver.pemiliknya berkata,kunci panjang umurnya adalah tidak memberinya makan berlebihan dan meletakkannya di tempat yang terkena sinar matahari setiap saat.

5 Foto yang Pernah Menggemparkan Dunia

1.Biarawan Terbakar
Thích Quảng Đức seorang biksu Budha Vietnam yang membakar dirinya sampai mati di persimpangan jalan Saigon yang ramai pada 11 Juni 1963, sebagai protes terhadap penganiayaan umat Budha di Vietnam.
2.Tentara Irak
Foto yang menunjukkan seorang tentara Irak yang terbakar di depan jendela truk yang hancur.
3.Penguburan Seorang Anak
Salah satu korban dari bencana industri terburuk di dunia yang dikenal dengan tragedi gas Bhopal, terjadi di sebuah pabrik pestisida Union Carbide di kota Bhopal, India pada 3 Desember 1984. Pabrik tersebut mengeluarkan gas dan racun yang memberikan dampak ke lebih dari 500.000 orang.
4.Bocah Sudan
Seorang bocah Sudan diikuti oleh seekor burung pemakan bangkai di dekatnya. Sangat jelas bahwa anak itu hampir mati kelaparan, sementara burung nasar dengan sabar menunggu anak tersebut mati sehingga mendapat makanannya. Tak seorang pun tahu apa yang terjadi pada anak tersebut, yang merangkak ke arah sebuah kamp makanan PBB. Fotografer Kevin Carter memenangkan Pulitzer Prize untuk gambar yang mengejutkan ini, tetapi akhirnya ia bunuh diri tiga bulan setelah ia mengambil foto tersebut. Mungkin ia tidak tahan dengan hinaan orang sekitarnya.
5.Korban Mutilasi Taliban
Gambar tragis seorang perempuan muda Afghanistan berusia 18 tahun,Aisha adalah korban kebiadaban Taliban, hidung dan telinganya dimutilasi, dipotong oleh suaminya sendiri.

Selasa, 15 November 2011

    • Dongeng Sebelum Tidur


      Jika sepasang monyet tidur
      Jadi buyut moyangku
      Jika buyut moyangku tidur
      Jadi kakek dan nenekku

      Jika kakek dan nenek tidur
      Jadi ayah dan ibu
      Dan jika ayah dan ibu tidur
      Jadi sebiji kepala yaitu kepalaku

      Sedangkan waktu aku yang tidur
      Nggak jadi apa apa
      Yang jadi cuma beberapa pasang kecoak
      Dikolong tempat tidurku

      Dan seribu armada kutu
      Diatas sprei belang bentong kasurku
      Walaupun mereka itu kecoak dan kutu
      Tetapi mereka tetap darah dagingku

      Maka dari itu saya minta dengan amat sangat
      Jangan semprotkan baygon sayang

      Anakku yang paling tua
      Bernama Kecoak Idi Amin
      Lahir di Cengkareng
      Eh badannya kerempeng
      Matanya sedikit jereng
      Kalau berjalan seperti Gareng

      Anakku Idi Amin orang kaya di Cengkareng
      Senang pakai mobil mentereng
      Banyak yang tahu mobil si Amin itu mobil curian
      Tapi maklum si Amin kebal kerangkeng

      Aku benci aku benci sama si Amin
      Habis si Amin suka nempeleng
      Tapi cuma berani sama tukang kacang goreng
      Itu dulu seribu tahun yang lalu

      Kini cerita anakku yang nomer dua
      Perempuan lho
      Cantik molek, manja, seksi lahir di Madura
      Sekolah di Karawang

      Minum jamunya wah jangan ditanya
      Dari jamu galian singset sari rapet
      Sampai jamu terlambat datang bulan
      Tak pernah ketinggalan

      Putriku cantik, putriku molek
      Putriku pandai memasak
      Dari bistik, spaghetti, rendang ayam, cap cay goreng, udang rebus
      Sampai rendang jengkol dia bisa

      Tapi mengapa belum juga
      Datang lamaran?

      Oh iya, hampir saya lupa
      Putriku mempunyai dua kekurangan
      Yang mungkin itu sebabnya
      Putriku vakum dalam dunia percintaan

      Putriku memang anggun
      Tapi sayang kepala putriku sebesar bola kasti
      Itu satu

      Dan yang kedua
      Putriku tidak boleh kena air
      Hayo kenapa?

      ( Dia alergi? ) bukan, ( Kutu air? ) bukan, ( Ambeien? ) bukan
      Ayan

      Anakku yang paling bontot pemain sepak bola
      Pernah dikirim berguru atau dikirim tamasya ke Brazilia
      Enam bulan disana
      Begitu pulang kok keok eh kalah semua

    Jika sepasang monyet tidur
    Jadi buyut moyangku
    Jika buyut moyangku tidur
    Jadi kakek dan nenekku

    Jika kakek dan nenek tidur
    Jadi ayah dan ibu
    Dan jika ayah dan ibu tidur
    Jadi sebiji kepala yaitu kepalaku

    Sedangkan waktu aku yang tidur
    Nggak jadi apa apa
    Yang jadi cuma beberapa pasang kecoak
    Dikolong tempat tidurku

    Dan seribu armada kutu
    Diatas sprei belang bentong kasurku
    Walaupun mereka itu kecoak dan kutu
    Tetapi mereka tetap darah dagingku

    Maka dari itu saya minta dengan amat sangat
    Jangan semprotkan baygon sayang

    Anakku yang paling tua
    Bernama Kecoak Idi Amin
    Lahir di Cengkareng
    Eh badannya kerempeng
    Matanya sedikit jereng
    Kalau berjalan seperti Gareng

    Anakku Idi Amin orang kaya di Cengkareng
    Senang pakai mobil mentereng
    Banyak yang tahu mobil si Amin itu mobil curian
    Tapi maklum si Amin kebal kerangkeng

    Aku benci aku benci sama si Amin
    Habis si Amin suka nempeleng
    Tapi cuma berani sama tukang kacang goreng
    Itu dulu seribu tahun yang lalu

    Kini cerita anakku yang nomer dua
    Perempuan lho
    Cantik molek, manja, seksi lahir di Madura
    Sekolah di Karawang

    Minum jamunya wah jangan ditanya
    Dari jamu galian singset sari rapet
    Sampai jamu terlambat datang bulan
    Tak pernah ketinggalan

    Putriku cantik, putriku molek
    Putriku pandai memasak
    Dari bistik, spaghetti, rendang ayam, cap cay goreng, udang rebus
    Sampai rendang jengkol dia bisa

    Tapi mengapa belum juga
    Datang lamaran?

    Oh iya, hampir saya lupa
    Putriku mempunyai dua kekurangan
    Yang mungkin itu sebabnya
    Putriku vakum dalam dunia percintaan

    Putriku memang anggun
    Tapi sayang kepala putriku sebesar bola kasti
    Itu satu

    Dan yang kedua
    Putriku tidak boleh kena air
    Hayo kenapa?

    ( Dia alergi? ) bukan, ( Kutu air? ) bukan, ( Ambeien? ) bukan
    Ayan

    Anakku yang paling bontot pemain sepak bola
    Pernah dikirim berguru atau dikirim tamasya ke Brazilia
    Enam bulan disana
    Begitu pulang kok keok eh kalah semua

Sabtu, 12 November 2011

kisah sepeda motorku

Hei bapak kopral saya datang mau lapor
Tadi malam waktu saya sedang molor
Telah kehilangan sepeda motor
Dirumah teman saya yang bermata bolor

Baik anak muda kuterima laporanmu
Tapi mengapa kau lapor hari sudah bedug lohor
Juga kenapa kau lapor
Kok hanya pakai celana kolor

Tunggu saja sebulan nanti bapak beri kabar
Sekarang engkau boleh pulang

Lama kutunggu kabar dari bapak kopral
Kenapa nggak nongol-nongol
Sehingga gua dongkol

Lalu aku pergi menuju kantor polisi
Tapi nggak jadi
Sebab kabel listrik perut saya kortsleting
Oh kiranya saya lupa setor tadi pagi

Terpaksa sore hari saya baru pergi
Kontrol
Ternyata sepeda motor ada di garasi
Kantor polisi

Sudah tak beraki
Sudah tak berlampu
Tutup tengki hilang
Kaca spion kok melayang

Dia bilang waktu diketemukan
Sudah demikian

Memang tak beraki kok
Memang tak berlampu kok
Tutup tengki hilang
Kaca spion kok melayang

Bolehkah motor ini saya bawa pulang bapak kopral?
Oh tentu saja boleh engkau bawa pulang
Asal engkau tahu diri
Mbok terima kasih

Sabtu, 05 November 2011

SEJARAH LOGO Oi dan PROFIL PEMBUATNYA

Logo dan bendera Oi telah menjadi magis. Tak hanya dalam konser Iwan Fals, bahkan bendera Oi seringkali berkibar-kibar dengan perkasa di saat konser penyanyi lain. Logo Oi sudah menjadi identitas bagi mereka yang mencintai karya-karya Iwan Fals, juga bagi mereka yang menjadikan kesenian sebagai salah satu sarana untuk memaknai kehidupan, untuk menemukan makna kehidupan.
Logo Oi memiliki format standar. Dalam beberapa kesempatan sering ditemui logo Oi yang tidak standar. Format standar logo Oi dapat diklik pada gambar logo Oi untuk memperbesar.
Lantas bagaimana sejarah logo Oi hingga tercipta? Siapa sebenarnya pembuatnya? Berikut paparannya.
SEJARAH LOGO Oi
Lomba Desain Logo Oi yang diselenggarakan oleh Yayasan Orang Indonesia (YOI) diikuti ratusan peserta Silaturahmi Nasional Oi 1999 di Desa Leuwinanggung No 19, Cimanggis, Depok, Jawa Barat (Kediaman Iwan Fals) pada hari Minggu (15/8/1999) dan Senin (16/8/1999). Setiap peserta maksimal membawa 2 buah karya logo Oi.
Dalam Lomba Desain Logo Oi terpilih 2 Logo Oi karya HiO Ariyanto dari Oi Bento House Solo sebagai Juara I dan II. Penentuan pemenang Lomba Logo Oi sebagai Juara I dan II ditentukan oleh para peserta Peserta Silaturahmi Nasional Oi 1999 melalui polling dan pemilihan oleh semua peserta Silaturahmi Nasional Oi 1999.
Logo Oi karya HiO Ariyanto yang mendapat Juara I, mulai 16 Agustus 1999 (bertepatan dengan Hari Jadi Oi) dipergunakan sebagai logo resmi Organisasi Penggemar Iwan Fals atau biasa disebut Oi. Selain itu, dalam Silaturahmi Nasional Oi 1999 Lagu “Oi” karya Digo Dzulkifli dari Oi Bandung terpilih sebagai Pemenang Lomba Cipta Lagu Mars Oi. Dan ditetapkan sebagai Lagu Mars Oi.
PROFIL SINGKAT PENCIPTA LOGO Oi
  • Nama : Is Ariyanto
  • Panggilan : HiO Ariyanto
  • Pekerjaan : Staff Redaksi Harian Umum SOLOPOS
  • Alamat : Kartotiyasan RT 04/4, Jalan Manduro III, Gang: Merdeka, Kratonan, Serengan, Solo 57153
  • Email : oibentohouse@yahoo.com: oibentohouse@gmail.com
Sampai saat ini aktif sebagai: Ketua Oi Bento House, Manager Oi Bento House Band, Ketua Solo Kartunis (Sloki)
PERJALANAN SANG PENCIPTA LOGO Oi :
  • 1997, Karya Kartun Terbaik Lomba Kartun MDS Beteng Solo
  • 1999, Juara I & II Desain Logo Oi
  • 1999, Pelopor berjualan kaos & merchandiser Iwan Fals & Oi
  • 2000, Juara I Lomba Karikatur Jambore Nasional Oi di Cibubur
  • 2003, Rekor Republik Aeng-Aeng: untuk Kategori Pelopor Kartun 3 Dimensi di Solo
  • 2003, Juara Favorit “Sensasi Biru Indonesia” (Launching Rokok Bentoel Biru) di Solo Bersama Tim Oi Bento House
  • 2004, Rekor Republik Aeng-Aeng: Konser Musik Parade Band Oi dari jam 10.00 Pagi-10.00 Malam (14 band membawa lagu-lagu Iwan Fals yang berbeda sebanyak 75 lagu)
  • 2004, Juara I & II Desain Logo Ikatan Karyawan sebuah toko retail terbesar di Solo
  • 2005, Kartun karakter “Si Thole” dipakai sebagai maskot Lomba Balita & Anak Balita SOLOPOS. [redaksi] ***

Perjalanan Hidup iwan fals


Iwan Fals yang bernama lengkap Virgiawan Listanto (lahir 3 September 1961 di Jakarta) adalah seorang penyanyi beraliran balada yang menjadi salah satu legenda hidup di Indonesia.
Lewat lagu-lagunya, ia ‘memotret’ suasana sosial kehidupan Indonesia (terutama Jakarta) di akhir tahun 1970-an hingga sekarang. Kritik atas perilaku sekelompok orang (seperti Wakil Rakyat, Tante Lisa), empati bagi kelompok marginal (misalnya Siang Seberang Istana, Lonteku), atau bencana besar yang melanda Indonesia (atau kadang-kadang di luar Indonesia, seperti Ethiopia) mendominasi tema lagu-lagu yang dibawakannya. Iwan Fals tidak hanya menyanyikan lagu ciptaannya tetapi juga sejumlah pencipta lain.
Iwan yang juga sempat aktif di kegiatan olahraga, pernah meraih gelar Juara II Karate Tingkat Nasional, Juara IV Karate Tingkat Nasional 1989, sempat masuk pelatnas dan melatih karate di kampusnya, STP (Sekolah Tinggi Publisistik). Iwan juga sempat menjadi kolumnis di beberapa tabloid olah raga.
Kharisma seorang Iwan Fals sangat besar. Dia sangat dipuja oleh kaum ‘akar rumput’. Kesederhanaannya menjadi panutan para penggemarnya yang tersebar diseluruh nusantara. Para penggemar fanatik Iwan Fals bahkan mendirikan sebuah yayasan pada tanggal 16 Agustus 1999 yang disebut Yayasan Orang Indonesia atau biasa dikenal dengan seruan Oi. Yayasan ini mewadahi aktivitas para penggemar Iwan Fals. Hingga
Masa kecil Iwan Fals dihabiskan di Bandung, kemudian ikut saudaranya di Jeddah, Arab Saudi selama 8 bulan. Bakat musiknya makin terasah ketika ia berusia 13 tahun, di mana Iwan banyak menghabiskan waktunya dengan mengamen di Bandung. Bermain gitar dilakukannya sejak masih muda bahkan ia mengamen untuk melatih kemampuannya bergitar dan mencipta lagu. Ketika di SMP, Iwan menjadi gitaris dalama paduan suara sekolah.
Selanjutnya, datang ajakan untuk mengadu nasib di Jakarta dari seorang produser. Ia lalu menjual sepeda motornya untuk biaya membuat master. Iwan rekaman album pertama bersama rekan-rekannya, Toto Gunarto, Helmi, Bambang Bule yang tergabung dalam Amburadul, namun album tersebut gagal di pasaran dan Iwan kembali menjalani profesi sebagai pengamen. Album ini sekarang menjadi buruan para kolektor serta fans fanatik Iwan Fals.
Setelah dapat juara di festival musik country, Iwan ikut festival lagu humor. Arwah Setiawan (almarhum), lagu-lagu humor milik Iwan sempat direkam bersama Pepeng, Krisna, Nana Krip dan diproduksi oleh ABC Records, tapi juga gagal dan hanya dikonsumsi oleh kalangan tertentu saja. Sampai akhirnya, perjalanan Iwan bekerja sama dengan Musica Studio. Sebelum ke Musica, Iwan sudah rekaman sekitar 4-5 album. Di Musica, barulah lagu-lagu Iwan digarap lebih serius. Album Sarjana Muda, misalnya, musiknya ditangani oleh Willy Soemantri.
Iwan tetap menjalani profesinya sebagai pengamen. Ia mengamen dengan mendatangi rumah ke rumah, kadang di Pasar Kaget atau Blok M. Album Sarjana Muda ternyata banyak diminati dan Iwan mulai mendapatkan berbagai tawaran untuk bernyanyi. Ia kemudian sempat masuk televisi setelah tahun 1987. Saat acara Manasuka Siaran Niaga disiarkan di TVRI, lagu Oemar Bakri sempat ditayangkan di TVRI. Ketika anak kedua Iwan, Cikal lahir tahun 1985, kegiatan mengamen langsung dihentikan.
Selama Orde Baru, banyak jadwal acara konser Iwan yang dilarang dan dibatalkan oleh aparat pemerintah, karena lirik-lirik lagunya dianggap dapat memancing kerusuhan. Pada awal karirnya, Iwan Fals banyak membuat lagu yang bertema kritikan pada pemerintah. Beberapa lagu itu bahkan bisa dikategorikan terlalu keras pada masanya, sehingga perusahaan rekaman yang memayungi Iwan Fals enggan atau lebih tepatnya tidak berani memasukkan lagu-lagu tersebut dalam album untuk dijual bebas. Belakangan Iwan Fals juga mengakui kalau pada saat itu dia sendiri juga tidak tertarik untuk memasukkan lagu-lagu ini ke dalam album.[rujukan?]
Rekaman lagu-lagu yang tidak dipasarkan tersebut kemudian sempat diputar di sebuah stasiun radio yang sekarang sudah tidak mengudara lagi. Iwan Fals juga pernah menyanyikan lagu-lagu tersebut dalam beberapa konser musik, yang mengakibatkan dia berulang kali harus berurusan dengan pihak keamanan dengan alasan lirik lagu yang dinyanyikan dapat mengganggu stabilitas negara.[rujukan?] Beberapa konser musiknya pada tahun 80-an juga sempat disabotase dengan cara memadamkan aliran listrik dan pernah juga dibubarkan secara paksa hanya karena Iwan Fals membawakan lirik lagu yang menyindir penguasa saat itu.
Pada bulan April tahun 1984 Iwan Fals harus berurusan dengan aparat keamanan dan sempat ditahan dan diinterogasi selama 2 minggu gara-gara menyanyikan lirik lagu Demokrasi Nasi dan Pola Sederhana juga Mbak Tini pada sebuah konser di Pekanbaru. Sejak kejadian itu, Iwan Fals dan keluarganya sering mendapatkan teror.[rujukan?] Hanya segelintir fans fanatik Iwan Fals yang masih menyimpan rekaman lagu-lagu ini, dan sekarang menjadi koleksi yang sangat berharga.
Saat bergabung dengan kelompok SWAMI dan merilis album bertajuk SWAMI pada 1989, nama Iwan semakin meroket dengan mencetak hits Bento dan Bongkar yang sangat fenomenal. Perjalanan karir Iwan Fals terus menanjak ketika dia bergabung dengan Kantata Takwa pada 1990 yang didukung penuh oleh pengusaha Setiawan Djodi. Konser-konser Kantata Takwa saat itu sampai sekarang dianggap sebagai konser musik yang terbesar dan termegah sepanjang sejarah musik Indonesia.[rujukan?]
Setelah kontrak dengan SWAMI yang menghasilkan dua album (SWAMI dan SWAMI II) berakhir, dan disela Kantata (yang menghasilkan Kantata Takwa dan Kantata Samsara), Iwan Fals masih meluncurkan album-album solo maupun bersama kelompok seperti album Dalbo yang dikerjakan bersama sebagian mantan personil SWAMI.
Sejak meluncurnya album Suara Hati pada 2002, Iwan Fals telah memiliki kelompok musisi pengiring yang tetap dan selalu menyertai dalam setiap pengerjaan album maupun konser. Menariknya, dalam seluruh alat musik yang digunakan baik oleh Iwan fals maupun bandnya pada setiap penampilan di depan publik tidak pernah terlihat merek maupun logo. Seluruh identitas tersebut selalu ditutupi atau dihilangkan. Pada panggung yang menjadi dunianya, Iwan Fals tidak pernah mengizinkan ada logo atau tulisan sponsor terpampang untuk menjaga idealismenya yang tidak mau dianggap menjadi wakil dari produk tertentu.[rujukan?]
Keluarga
Iwan lahir dari Lies (ibu) dan mempunyai ayah tiri Haryoso (almarhum). Iwan menikahi Rosanna (Mbak Yos) dan mempunyai anak Galang Rambu Anarki (almarhum), Annisa Cikal Rambu Basae, dan Rayya Rambu Robbani.
Galang mengikuti jejak ayahnya terjun di bidang musik. Walaupun demikian, musik yang ia bawakan berbeda dengan yang telah menjadi trade mark ayahnya. Galang kemudian menjadi gitaris kelompok Bunga dan sempat merilis satu album perdana menjelang kematiannya.
Nama Galang juga dijadikan salah satu lagu Iwan, berjudul Galang Rambu Anarki pada album Opini, yang bercerita tentang kegelisahan orang tua menghadapi kenaikan harga-harga barang sebagai imbas dari kenaikan harga BBM pada awal tahun 1981 yaitu pada hari kelahiran Galang (1 Januari 1981).
Nama Cikal sebagai putri kedua juga diabadikan sebagai judul album dan judul lagu Iwan Fals yang terbit tahun 1991. Sebelumnya Cikal juga pernah dibuatkan lagu dengan judul Anissa pada tahun 1986. Rencananya lagu ini dimasukkan dalam album Aku Sayang Kamu, namun dibatalkan. Lirik lagu ini cukup kritis sehingga perusahaan rekaman batal menyertakannya. Pada cover album Aku Sayang Kamu terutama cetakan awal, pada bagian penata musik masih tertulis kata Anissa.
Galang Rambu Anarki meninggal pada bulan April 1997 secara mendadak yang membuat aktivitas bermusik Iwan Fals sempat vakum selama beberapa tahun. Galang dimakamkan di pekarangan rumah Iwan Fals di desa Leuwinanggung, Cimanggis, Depok Jawa Barat. Sepeninggal Galang, Iwan sering menyibukkan diri dengan melukis dan berlatih bela diri.(
Pada tahun 2002 Iwan mulai aktif lagi membuat album setelah sekian lama menyendiri dengan munculnya album Suara Hati yang di dalamnya terdapat lagu Hadapi Saja yang bercerita tentang kematian Galang Rambu Anarki. Pada lagu ini istri Iwan Fals (Yos) juga ikut menyumbangkan suaranya.
Sejak meninggalnya Galang Rambu Anarki, warna dan gaya bermusik Iwan Fals terasa berbeda. Dia tidak segarang dan seliar dahulu. Lirik-lirik lagunya terkesan lebih dewasa dan puitis.[rujukan?] Iwan Fals juga lebih banyak membawakan lagu-lagu bertema cinta baik karangannya sendiri maupun dari orang lain.
Pada tanggal 22 Januari 2003, Iwan Fals dianugrahi seorang anak lelaki yang diberi nama Rayya Rambu Robbani. Kelahiran putra ketiganya ini seakan menjadi pengganti almarhum Galang Rambu Anarki dan banyak memberi inspirasi dalam dunia musik seorang Iwan Fals.[rujukan?]
Di luar musik dan lirik, penampilan Iwan Fals juga berubah total. Saat putra pertamanya meninggal dunia Iwan Fals mencukur habis rambut panjangnya hingga gundul. Sekarang dia berpenampilan lebih bersahaja, rambut berpotongan rapi disisir juga kumis dan jenggot yang dihilangkan. Dari sisi pakaian, dia lebih sering menggunakan kemeja yang dimasukkan pada setiap kesempatan tampil di depan publik, sangat jauh berbeda dengan penampilannya dahulu yang lebih sering memakai kaus oblong bahkan bertelanjang dada dengan rambut panjang tidak teratur dan kumis tebal.
Peranan istrinya juga menjadi penting sejak putra pertamanya tiada. Rossana menjadi manajer pribadi Iwan Fals yang mengatur segala jadwal kegiatan dan kontrak. Dengan adanya Iwan Fals Manajemen (IFM), Fals lebih profesional dalam berkarir.