Selasa, 15 November 2011

    • Dongeng Sebelum Tidur


      Jika sepasang monyet tidur
      Jadi buyut moyangku
      Jika buyut moyangku tidur
      Jadi kakek dan nenekku

      Jika kakek dan nenek tidur
      Jadi ayah dan ibu
      Dan jika ayah dan ibu tidur
      Jadi sebiji kepala yaitu kepalaku

      Sedangkan waktu aku yang tidur
      Nggak jadi apa apa
      Yang jadi cuma beberapa pasang kecoak
      Dikolong tempat tidurku

      Dan seribu armada kutu
      Diatas sprei belang bentong kasurku
      Walaupun mereka itu kecoak dan kutu
      Tetapi mereka tetap darah dagingku

      Maka dari itu saya minta dengan amat sangat
      Jangan semprotkan baygon sayang

      Anakku yang paling tua
      Bernama Kecoak Idi Amin
      Lahir di Cengkareng
      Eh badannya kerempeng
      Matanya sedikit jereng
      Kalau berjalan seperti Gareng

      Anakku Idi Amin orang kaya di Cengkareng
      Senang pakai mobil mentereng
      Banyak yang tahu mobil si Amin itu mobil curian
      Tapi maklum si Amin kebal kerangkeng

      Aku benci aku benci sama si Amin
      Habis si Amin suka nempeleng
      Tapi cuma berani sama tukang kacang goreng
      Itu dulu seribu tahun yang lalu

      Kini cerita anakku yang nomer dua
      Perempuan lho
      Cantik molek, manja, seksi lahir di Madura
      Sekolah di Karawang

      Minum jamunya wah jangan ditanya
      Dari jamu galian singset sari rapet
      Sampai jamu terlambat datang bulan
      Tak pernah ketinggalan

      Putriku cantik, putriku molek
      Putriku pandai memasak
      Dari bistik, spaghetti, rendang ayam, cap cay goreng, udang rebus
      Sampai rendang jengkol dia bisa

      Tapi mengapa belum juga
      Datang lamaran?

      Oh iya, hampir saya lupa
      Putriku mempunyai dua kekurangan
      Yang mungkin itu sebabnya
      Putriku vakum dalam dunia percintaan

      Putriku memang anggun
      Tapi sayang kepala putriku sebesar bola kasti
      Itu satu

      Dan yang kedua
      Putriku tidak boleh kena air
      Hayo kenapa?

      ( Dia alergi? ) bukan, ( Kutu air? ) bukan, ( Ambeien? ) bukan
      Ayan

      Anakku yang paling bontot pemain sepak bola
      Pernah dikirim berguru atau dikirim tamasya ke Brazilia
      Enam bulan disana
      Begitu pulang kok keok eh kalah semua

    Jika sepasang monyet tidur
    Jadi buyut moyangku
    Jika buyut moyangku tidur
    Jadi kakek dan nenekku

    Jika kakek dan nenek tidur
    Jadi ayah dan ibu
    Dan jika ayah dan ibu tidur
    Jadi sebiji kepala yaitu kepalaku

    Sedangkan waktu aku yang tidur
    Nggak jadi apa apa
    Yang jadi cuma beberapa pasang kecoak
    Dikolong tempat tidurku

    Dan seribu armada kutu
    Diatas sprei belang bentong kasurku
    Walaupun mereka itu kecoak dan kutu
    Tetapi mereka tetap darah dagingku

    Maka dari itu saya minta dengan amat sangat
    Jangan semprotkan baygon sayang

    Anakku yang paling tua
    Bernama Kecoak Idi Amin
    Lahir di Cengkareng
    Eh badannya kerempeng
    Matanya sedikit jereng
    Kalau berjalan seperti Gareng

    Anakku Idi Amin orang kaya di Cengkareng
    Senang pakai mobil mentereng
    Banyak yang tahu mobil si Amin itu mobil curian
    Tapi maklum si Amin kebal kerangkeng

    Aku benci aku benci sama si Amin
    Habis si Amin suka nempeleng
    Tapi cuma berani sama tukang kacang goreng
    Itu dulu seribu tahun yang lalu

    Kini cerita anakku yang nomer dua
    Perempuan lho
    Cantik molek, manja, seksi lahir di Madura
    Sekolah di Karawang

    Minum jamunya wah jangan ditanya
    Dari jamu galian singset sari rapet
    Sampai jamu terlambat datang bulan
    Tak pernah ketinggalan

    Putriku cantik, putriku molek
    Putriku pandai memasak
    Dari bistik, spaghetti, rendang ayam, cap cay goreng, udang rebus
    Sampai rendang jengkol dia bisa

    Tapi mengapa belum juga
    Datang lamaran?

    Oh iya, hampir saya lupa
    Putriku mempunyai dua kekurangan
    Yang mungkin itu sebabnya
    Putriku vakum dalam dunia percintaan

    Putriku memang anggun
    Tapi sayang kepala putriku sebesar bola kasti
    Itu satu

    Dan yang kedua
    Putriku tidak boleh kena air
    Hayo kenapa?

    ( Dia alergi? ) bukan, ( Kutu air? ) bukan, ( Ambeien? ) bukan
    Ayan

    Anakku yang paling bontot pemain sepak bola
    Pernah dikirim berguru atau dikirim tamasya ke Brazilia
    Enam bulan disana
    Begitu pulang kok keok eh kalah semua

Tidak ada komentar:

Posting Komentar